Postingan

pantai rambak

Gambar
Rambak yang kalau menurut bahasa indonesia adalah menjalar ke segala penjuru atau tumbuhan yang menjalar. Mungkin karena itulah pantai ini disebut pantai rambak. Banyak pohon besar disebelah kanan dan kiri sebelum masuk kepantai ini. Jalanan yang tidak diaspal alias tanah merah membuat seru perjalanan karena kondisi mobil tidak stabil. Sebelumnya ada sebuah pos dipintu masuk yang mengharuskan kita membayar sejumlah uang, tapi santai saja harganya ngga sampai ratusan ribu. Hanya 2.000 rupiah untuk setiap orang yang masuk. Saat aku kemari ombak sedang besar. Ada tulisan besar di batu yang bertuliskan "dilarang mandi! Ombak besar" tulisan itu berhuruf kapital. jalanan agak berdebu karena tidak beraspal. Kalau kamu kemari kamu akan melihat perbedaan warna laut. Dipinggir pantai berwarna biru dan beberapa meter berwarna gelap, menandakan kalau laut sangat dalam. Makannya harus waspada kalau dipantai ini, karena terkenal dengan ancaman maut. Bahkan pernah ada seseorang yang jatuh…

Ke negeri rantau

"Mah aku ngga mau ke Bangka"
Anak kecil itu merengek rengek tak mau pergi ke kepulauan Bangka tempat bapaknya bekerja. Akh, andaikan dia tahu aku pun sama. Tak mau ke Bangka lagi, karena ketika di Bangka aku sudah kehilangan kehidupanku.
Aku kehilangan impian untuk melanjutkan kuliah ekstensi ku kemudian mendapat beasiswa LPDP dari Kemenkeu, aku kehilangan gaji ku sendiri yg nilainya bisa untuk nyicil rumah di Bandung. Semuanya karena suamiku ditempatkan di PLN kepulauan Bangka.
Aku kehilangan banyak, makannya jadi suami tuh harus baik sama anak istrinya, jangan egois.

Tahun Baru Masehi 2020 umur 30

Semoga blogger panjang umur. Karena saya akan menyimpan semua cerita indah dan semoga ga ada yg tak indah, menuliskannya dalam blog ini. 😊 Yah semacam catatan harian, suatu hari nanti dibaca oleh latisha, menjadi sebuah pelajaran, supaya dia selalu berada dalam kebahagiaan.

Usia 29 tahun

Ya Allah hari ini aku benar benar bersedih, sakit rasanya benar benar sakit. Sedih hati ini, benar2 sedih.

Kenapa? Semua terasa canggung. Kenapa semua terasa menyedihkan. Aku benar benar sendirian. Iya benar benar sendirian. Ada Tisha anak kecil itu yg selalu bilang aku ngga asyik.

Ada suami yang tiap pagi pergi dan pulang kerja. Pas pulang dia tidur. Tak pernah bercengkrama. Padahal dia suka WA teman2nya.

Ada handphone dan ada blog ini sebagai tempat aku berkata kata. Rindu rasanya ketika bertemu Bu Dewi, bos pengertian. Rindu rasanya bertemu Bu Atty. Rindu rasanya bertemu pa Radit, rindu rasanya berkeluh kesah bersama Ariani dan bersama Bu Iyan dan juga Bu Merry. Rindu rasanya pada mama yang selalu buatkan aku makanan. Rindu rasanya sama bapak yang suka antar aku kemanapun. Rindu rasanya pada adikku yang selalu enak diajak bertukar pikiran. Rindu rasanya pada Meh yang selalu mendoakan dan memberi air doa. Rindu rasanya pada teman2 yang kadang suka berbagi makanan. Rindu teman2 yg s…

Sendirian

Gambar
22 Oktober 2019


Ini adalah tahun ke 4 sejak aku meninggalkan bandung. Ada kerinduan yang menyelusup jiwa. rasanyanya sepi. benar-benar sepi. dan menyedihkan. Semua terasa canggung, aku tidak memiliki teman dekat.
saya hanya menuliskan setiap keluh kesah ini, lewat blog ini. Inilah dunia, ini belum mencapai kematian, saya baru berusia 29 tahun, mungkin ini adalah usia tengah-tengah, sebagaimana untuk masalah harta semua itu sudah mulai berangsur angsur terpenuhi.

Aku kangen sama mamah dan bapa, aku kangen sama addikku.

Saya kehilangan semuanya. kehilangan bersama teman-teman dan kehilangan bersama keluarga. Bagaimana dengan keluarga kecil saya? Suami saya selalu pulang malam dan setelah pulang malam dia hanya sibuk dengan gadgetnya. Apakah ada yang sama seperti saya? Mungkin anak saya juga merasakan hal yang sama seperti saya. Ada rasa tak nyaman. Karena anak kecil itu juga merindukan Bandung.

kadang kangen Ariani, yang selalu mau mendengarkan dan bertukar cerita, kangen juga sama bu …

Terbebani

Terbebani banget lah, tiap hari nyuci, setrika, beresin rumah, masak

Bener bener jadi beban, beda ketika kerja dulu. Pernah dibebani dg bikin kontrak yg banyak banget, tapi ngga begitu terbebani, ngerjainnya biasa aja. Masih happy2 aja buat ngehandle. Pernah juga dibebani sama target harus cair berapa milyar ketika kerja di bank, tapi ngga begitu terbebani juga, pagi2 udah semangat nyari nasabah. Pernah juga terbebani beresin cash yg ngga balance, ngga terbebani juga, karena bisa selesai dan berhasil bikin balance.

Dan untuk pekerjaan rumah ini aku bener2 merasa jadi beban banget lah .. mungkin karena dirumah terus, mungkin karena ngga beres2, mungkin karena kalau ngerjain itu ngga ada penghasilannya. Katanya sech ada pahala,

Ketika sakit sendirian

8 Oktober 2019

Sedih rasanya berada ditempat ini. Aku merindukan mama yg selalu masakan makanan dan nyuruh makan.
Merindukan bapak yg selalu melarang aku angkat galon, yg selalu cerewet buat ngga makan pedas.
Dan aku merindukan adikku yang selalu asyik untuk diajak bertukar pikiran, apa saja, tentang kehidupan,

Rasanya seluruh tubuh ini panas (karena setiap saya lelah, pusing, data selalu makan pedas), tenggorokan ini sakit dan sendirian. Kemana suami? Dia enak, lagi tidur dihotel, ada dinas pergi ke Bogor untuk pelatihan.

Aku disini cuman sendirian,

Tak pernah ada kata perpisahan

Pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah. Saya selalu tidak pernah menyangka ketika seseorang pergi, apalagi orang yang sangat dekat dengan kita.

Sahabat yang pertama kali meninggalkan saya untuk menghadap ilahi adalah yuyun. Tak ada kata perpisahan, terakhir kali bertemu ketika saya antarkan sepiring ketupat sayur untuknya. Hingga kemudian saya melihatnya tersenyum, matanya tertutup, dan tubuhnya kaku. Tidak pernah ada kata perpisahan dan cerita.

dan satu-satunya orang yang sangat saya cintai adalah neh, saya pernah berdoa pada Allah agar ketika neh meninggal sayapun ikut meninggal. Tidak ada perpisahan dari neh. Neh sudah lama sakit, sudah menua. Tubuhnya sudah sangat renta. Ditambah lagi anak anak neh yang tidak mengurusnya. Hingga kemudian, ketika anak saya lahir terpaksa neh harus tinggal bersama dengan anaknya yang lain padahal neh tidak mau. Iya, karena saat itu kondisi saya yang sangat sulit. Saya mendapatkan perlakuan tidak baik dari suami saya. Saya harus bekerja banti…